Saptamori Hady: MASALAH KEPENDUDUKAN

MASALAH KEPENDUDUKAN

oleh Ismail Saptahadi





M
asalah kependudukan di Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar dan distribusi yang tidak merata. Hal itu dibarengi dengan masalah lain yang lebih spesifik, yaitu angka fertilitas dan angka mortalitas yang relatif tinggi. Kondisi ini dianggap tidak menguntungkan dari sisi pembangunan ekonomi.. Hal itu diperkuat dengan kenyataan bahwa kualitas penduduk masih rendah sehingga penduduk lebih diposisikan sebagai beban daripada modal pembangunan. Logika seperti itu secara makro digunakan sebagai landasan kebijakan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk Secara mikro hal itu juga digunakan untuk memberikan justifikasi mengenai pentingnya suatu keluarga melakukan pengaturan terhadap semua anak.
       Selain itu banyak sekali cara masyarakat di negeri ini yang mengatasi masalah yang ekonomi yang di hadapinya di antaranya yaitu migrasi. Salah satu sasaran nya yaitu Ibu Kota dan kota-koata besar Diantaranya yaitu DKI Jakarta dan sekitarnya. Dari tahun ke tahun imigran yang dating ke Jakarta semakin bertambah, maka dari itu tidak heran kalau di Jakarta lahan kosong semakin berkurang, dan bangunan, serta gedung-gedund bertambah dengan pesat.
     Banyak sekali dampak-dampak negatif yang tibul akibat semakin bertambahya imigran diantaranya yang tidak pernah terselesaikan yaitu kemacetan di ibu kota. Kemacetan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya itu sudah menjadi makanan sehari-hari. Berbagai cara talah dilakukan untuk menanggulangi masalah kemacetan tapi hasilnya tetap saja nihil. Jalur 3 in 1 diantaranya adalah salah satu cara untuk mengatasi kemacetan tersebut, tetapi hal ini belum saja bisa menyelsaikan masalah kemcetan tersebut. Selain itu pelebaran ruas jalan pun belum bisa mengatasinya dan banyak lagi cara yag dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengtasi masalah kemacetan. Ditambah satu lagi yaitu dengan adanya bus Transjakarta (Bus Way) ini membuat kemacetan semakin menjadi –jadi, hal ini terjadi karena ruas jalan yang di batasi untuk jalur Bus Way tersebut membuat ruas jalan umum semakin sempit sehingga kemacetanpun merajalela di jalan yang sempit. Di tambah pengguna kendaraan Pribadi yang semakin tahun semakin bertambah. Selain itu tidak teraturnya pengemudi angkutan umum yang menggunakan jalan raya menambah kecetan di ibu kota ini.
     Banyaknya bencana pun ikut serta dalam masalah kependudukan ini. Diantaranya Banjir, tanah longsor dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena manusia itu sendiri yang tidak memperhatikan lingkungannya dan hidup seenaknya. Daerah serapan Air di Daearah ibu kota ini sudah berkurang karena sudah disalahgunakan sebagai hunian dan pembangunan gedung-gedung besar. Padahal bahaya yang di timbulkan akan merenggut nyawa manusia. Bayangkan kalau daerah Ibu Kota menjadi lautan karana tidak daerah adanya resapan Air. Hal ini tidak disadari oleh masyarakat dan selalu disepelekan.
     Banjir bagi masyarakat Jakarta itu pun sudah menjadi masalah biasa bagi mereka. Padahal hal itu sangat merugikan mereka tetapi kesadaran untuk membenahinya tidak pernah tertanam di jiwa masyarakay Jakarta terutama yang menglami musibah banjir yang tiap tahun selalu melandanya. Kali atau sungai sudah disalahgunakan menjadi tempat pembuangan sampah padahal sampai itu membuat aliran air kali tersumbat dan membuat permukaan kali semakin dangkal sehingga terjadilah bencana banjir.
    Selain bencana dan kemacetan yang terjadi di negeri ini banyak lagi masalah yang sering terjadi seperti halnya Kriminalitas yang semakin menjadi-jadi di  negeri ini sebagaimana contohnya semakin maraknya perampokan, pencurian dan penipuan. Hal ini terjadi karena sulitnya menghadapi ekonomi dan sulinya mencari lapangan pekerjaan yang layak. Sekarang ini banyak sekali perampokan Bank dan pembobolan mesin-mesin ATM . yang sadisnya perampok tersebut membawa senjata api yang membuat masyarakat semakin resah.
    Sekarang yang harus dipikirkan oleh pemerintah yaitu bagaiman cara yang tepat untuk mengatasi dan menyelsaikan masalah-masalah tersebut, bukan hanya memakan uang Rakyat dan korupsi saja.                                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © Saptamori Hady Urang-kurai